Sebuah pepatah mengatakan bahwa kegagalan merupakan suatu hal yang tertunda. Tentu saja itu benar namun bukan berarti kita harus mencari kegagalan, sebaliknya kita harus bisa menghindari gagal berbisnis. Didunia bisnis banyak sekali kita melihat usaha-usaha yang gagal,  padahal usaha didirkan relatif baru.
Berdasarkan survey dari Small Business Association (SBA) menyebutkan bahwa hanya 25 persen bisnis dapat bertahan dalam jangka 15 tahun, sedangkan 75 persen dari mereka tidak mampu bersaing dan harus gulung tikar. Lebih lanjut, SBA memaparkan 30 persen bisnis baru yang gagal berbisnis di dua tahun pertama, angka ini naik menjadi 50 persen di tahun kelima, dan 66 persen di tahun ke sepuluh.
Namun juga tidak semua tipe bisnis yang mampu bersaing dan bertahan. Data yang dikeluarkan oleh Statistic Brain menerangkan bahwa usaha keuangan atau properti mendapatkan propersi yang lebih tinggi untuk dapat bertahan di bandingkan di bidang lainnya seperti di sektor pertanian.
Sebaliknya, bidang IT ternyata  sangat rentan karena hanya 37 persen saja yang mampu meneruskan ushanya setelah empat tahun. Untuk lebih lanjut Anda dapat melihat grapik dibawah ini.

Grafik Bidang Usaha Yang Mampu Bertahan dari Tahun Ketahun.


Dapat ditarik kesimpulan bahwa bidang ITC, Retail dan Konstruksi kurang dari setengah perusahaan yang dapat bertahan setelah empat tahun. Sebaliknya, usaha di bidang pertanian, pendidikan, kesehatan dan keuangan mampu bertahan setelah empat tahun cukup tinggi yaitu lebih dari 50 persen mampu.
Namun, gagal berbisnis suatu usaha tidak hanya dikarenakan oleh tipe atau bidang bisnis usaha saja, sebaliknya terdapat hal lain yang menjadi penyebab kegagalan suatu perusahaan. Berikut penulis rangkum 5 hal yang harus dihindari dalam berbisnis:
1. Tidak memiliki Visi dan Misi
Visi dan Misi adalah hal yang mutlak yang harus ada pada setiap bisnis. Ibarat sebuah peta, visi dan misi akan memberikan arahan untuk usaha, tujuan dan kendali untuk usaha Anda.
2. Planning yang belum matang
Dalam membuka usaha tidak hanya modal material yang kita perlukan, tapi kita juga harus mepersiapkan strategis bisnis yang matang. Misalnya saja kita harus mengetahui siapa kompetitor, kondisi pasar, selera consumer, harga dan lain-lain. Banyak diantara pemula bisnis yang mengabaikan Market Research pada ini sangat diperlukan.
Sebagai contoh, Pak Anton membuka Toko Pakaian di Tanah Abang, produknya sendiri berasal dari negara-negara Eropa seperti Italia dan Prancis, dengan harga terendah untuk pakain Rp. 550.000. Sedangkan di lokasi yang sama Tanah Abang, harga rata-rata pakain di tokoh lain setengah harga di Toko Pak Anton yaitu Rp.200.000. Setelah dua tahun, Pak Anton terpakasa menutup usahanya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan usaha Pak Anton, namun jika saja Pak Anton mempunyai planning yang matang mengenai usahanya, pastinya usahanya akan berkembang. Dalam hal ini terdapat beberapa kesalahan yang dibuat seperti target consumer, harga dan lokasi. Jika saja Pak Anton, membuka usahanya di Grand Indonesia atau di Plaza Indonesia maka Pak Anton telah mendapatkan untung.
3. Customer Service yang buruk
Pelayanan  terhadap konsumer sangat diperlukan. Jika Anda belum melakukan pendekatan kepada pelangaan, maka segeralah lakukan. Suatu usaha dapat bertahan bukan hanya karena manajemen usaha yang baik, tapi juga  dikarenakan oleh loyalitas konsumer terhadap produk suatu usaha. Pelanggan adalah asset suatu usaha  dikarenakan mereka akan memberikan promise kepada keluarga, teman atau bahkan kenalan mereka mengenai produk atau servis yang mereka sukai.
4. Mangament Keuangan yang buruk
Pada awal permulaan banyak pebisnis baru mempunyai system keuangan yang buruk. Kebanyakan hal ini terjadi karena ketidak mampuan untuk memisahkan antara kekayaan pribadi dan perusahaan. Bukanhanya itu, banyak usaha baru yang j uga kebingunan untuk mengatur keuangan dan perpajakan.
Emerhub dapat membantu Anda untuk menyelesaikan masalah ini. Kami menawarkan jasa pelaporan pajak, akutansi dan payroll yang dapat Anda lihat disini.
5. Hiring karyawan yang salah
Memperkerjakan karyawan yang keahlianya  tidak sesuai dengan pekerjaan yang akan di jalankannya, ataupun tidak sesuai dengan goal perusahaan akan berdampak cukup negative pada suatu usaha. Sumber daya manusia atau  (SDM) sangat diperlukan bagi suatu perushaan. Karena dari sinilah akan datang ide- ide brilian yang akan membantu keberlangsungan suatu perusahaan.
Perekrutan karyawan sangat berperan penting untuk mendukung operasional suatu perusahaan. Di negara-negera berkembang seperti Indonesia, di hadapi dengan permasalahan SDM yang terbatas khususya di tengah-tengah persaigan global. Kami sangat mengerti sekali masalah ini apalagi bagi perusahaan baru.
Emerhub berpengalaman dalam proses perekrutan,  dikarenakan kami mempunyai jaringan dan kontak yang luas yang dapat membantu Anda menemukan karyawan terbaik. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat melihat disini.
 
Butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaanmu sendiri? Ayo hubungi kami via telepon atau whatsapp ke +62888-3637482 (EMERHUB), dan dapatkan tawaran menariknya secara langsung!
Kunjungi juga: 5 Kisah Pengusaha Sukses di Indonesia Yang Menginspirasi
 

Siap untuk memiliki perusahaan di Indonesia?

Dengan mengisi form mudah, unggah dokumen yang dibutuhkan, dan dapatkan perusahaanmu berdiri dalam lima hari kerja.

Mulai Sekarang
App screenshot