Pada awal Desember 2017, Majalah Forbes merilis daftar sepuluh orang terkaya di Indonesia. Dalam daftar itu, Pemimpin CT Corp, Chairul Tanjung, merupakan orang terkaya ketujuh di Indonesia.
Dengan menjalankan bisnis ritel, media, dan properti, pria berjulukan “Anak Singkong” itu memiliki kekayaan sebesar US$3,6 miliar atau Rp48,6 triliun pada 2017. Pada 2016, Majalah Forbes mencatat kekayaan Bos Trans Media itu sebesar US$4,9 miliar.
Melalui tangan dinginnya Chairul Tanjung  atau yang juga disingkat CT, ia berhasil membangun sejumlah media massa di bawah payung Trans Media menjadi media terdepan di Indonesia, antara lain, Trans TVTrans 7Detik.com, dan CNN Indonesia.
Pada artikel kali ini, Emerhub menyuguhkan kepada Anda  biografi Chairul Tanjung serta perjalanan kesuksesan Trans TV dan Trans 7.

Biografi Singkat Chairul Tanjung dan Trans TV

Biografi Singkat Chairul Tanjung dan Trans TV
Dikutip dari buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong (Kompas, 2012), CT mendirikan PT Televisi Transformasi Indonesia atau Trans TV pada 1999. Pada awalnya, dana yang diperkirakan untuk membangun televisi tersebut sebanyak Rp150 miliar.
Saat itu, ia hanya memiliki dana tunai Rp50  miliar, sedangkan sisanya ia pinjam ke bank. Dengan modal itu, CT berencana membangun beberapa studio dan gedung agar Trans TV bisa membuat program acara sendiri, dan merekrut 250 karyawan pada 2000.
Dalam perjalanan, perkiraan biaya investasi untuk membangun Trans TV meleset. Rencana anggaran sebesar Rp150 miliar tidak cukup, sementara untuk kantor sendiri belum semuanya siap dan peralatan dan keperluan lainnya untuk membuat program juga belum terpenuhi.
“Terpaksa saya mencari uang lagi, habis-habisan untuk menalangi kekurangannya sampai akhirnya habis hingga Rp400 miliar. Di luar itu, saya kemudian mengajukan kredit ke Bank Mandiri menjelang Trans TV akan memulai siaran pada Desember 2001,” ujar CT.
Trans TV memulai siaran percobaan pada Desember 2001 selama 12 jam. Sejak September 2012, melalui tema September Ceria, siaran Trans TVbertambah menjadi 20—21 jam.
Setelah kredit dari Bank Mandiri cair sekitar Rp300 miliar, dalam waktu sebulan, uang itu habis. CT merasakan betapa industri televisi seperti “drakula” yang “menghisap darah”.
Pada awal-awal Trans TV mengudara, CT harus menomboki tidak kurang dari Rp30 miliar per bulan, sedangkan pendapatan yang diperoleh kecil dibandingkan dengan uang ratusan miliar yang sudah dikeluarkan.
Mulai September 2008, Trans TV mengubah strategi pemrograman, dari semula membeli banyak program dari luar, kemudian membuat program sendiri. Dengan begitu, Trans TV bisa mengontrol program dengan biaya produksi yang rendah seperti membuat program kuliner.
Setelah Trans TV melakukan perubahan dalam pemrograman, kinernya televisi tersebut terus naik secara konsisten sampai puncaknya pada 2008, dengan pendapatan melebihi angka Rp1 triliun.
Sejak saat itu, Trans TV menjadi penyumbang arus kas yang luar biasa untuk CT Corp dalam membiayai berbagai akuisisi. Waktu itu, Trans TV berada di urutan pertama di industri televisi Indonesia.

Chairul Tanjung Mengelola Trans 7

Chairul Tanjung Mengelola Trans 7
Pada saat kinerja Trans TV berada di puncaknya pada 2006, ada beberapa pengusaha televisi yang menawarkan kerja sama dengan CT, tetapi tak ada satu pun yang cocok. Namun, pada akhirnya, CT mengambil alih TV7 milik Kelompok Kompas Gramedia (KKG).
Pada awalnya, CT menjalin kerja sama dengan KKG dengan membeli 55 persen saham TV7 pada Agustus 2006 dan mengubah nama TV7 menjadi Trans 7.
Pada rapat manajemen baru Trans 7, CT menegaskan bahwa Trans 7 tidak boleh meminta uang dan harus bisa menghidupi diri sendiri. Padahal, sesungguhnya, waktu itu kebutuang uang untuk Trans 7 sekitar Rp15 miliar per bulan. Namun, CT meminta manajemen baru untuk memperketat pengeluaran. Selain itu, CT meminta semua karyawan dan manajemen pindah kantor ke Gedung Trans TV.
CT tidak hanya menggabungkan gedung, tetapi juga menggabungkan sistem operasional dan pemasaran dengan sistem yang sudah ada dan terbangun di Trans TV. Setelah semuanya menjadi satu, termasuk iklan di Trans 7 digabungkan dengan iklan Trans TV, penjualan mengalami kenaikan pada bulan pertama.
Setelah semuanya dibenahi, pada pertengahan 2007, Trans 7 langsung meraih keuntungan dan tidak pernah merugi sampai sekarang. KeuntunganTrans 7 bahkan melebihi pendapatan Trans TV.
Program acara unggulan yang waktu itu diminati pemirsa adalah Bukan Empat Mata dan Opera Van Java. Karena itu, tak heran bahwa saat itu Trans 7 sudah  mampu menyewa gedung sendiri.

Nasehat Chairul Tanjung Untuk Pengusaha Media

Nasehat Chairul Tanjung Untuk Pengusaha Media
Dalam mendirikan usaha apalagi media massa, CT memberikan saran bahwa ada tiga peran yang harus bisa dilakukan media, terutama media televisi, yakni memberikan informasi, melakukan edukasi, dan menyuguhkan hiburan.
Agar ketiga peran tersebut bisa dilakukan, perusahaan harus mempunyai  saran, yaitu keuntungan. Jadi, mendapatkan keuntungan itu bukan tujuan, tetapi saran agar perusahaan bisa menjalankan cita-citanya.
“Memang, persaingan di bisnis media makin ketat, tetapi pelaku usaha hendaknya jangan hanya mencari uang, tetapi harus memenuhi peran pokoknya, yaitu menyampaikan informasi dan program hiburan, tetapi juga harus mendidik. Walaupun Trans TV dan Trans 7 bukan televisi berita, saya meminta teman-teman redaksi untuk membuat berita dengan bagus mengacu pada kaidah jurnalistik,” tutur CT
Mendirikan usaha televisi memang membutuhkan modal yang besar, tetapi modal bukanlah hal utama karena dibutuhkan kerja keras seperti yang dilakukan CT hingga pulang larut malam, perencanaan yang matang, merekrut ahli, manajemen keuangan, dan lain-lain.
Selain itu, membangun industri media harus memperhatikan nilai-nilai media, bukan hanya mencari keuntungan.
Emerhub bisa membantu kamu melalui advice bisnis. Setelah mendapatkan funding, kamu bisa menggunakan jasa kami untuk mendirikan PT dan juga bisa menggunakan virtual office Emerhub di lokasi strategis di Jakarta.
Foto oleh CTCORP
 
Butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaanmu sendiri? Ayo hubungi kami via telepon atau whatsapp ke +62888-3637482 (EMERHUB), dan dapatkan tawaran menariknya secara langsung!
Kunjungi Juga: Menurut Bill Gates, Calon Pengusaha Sukses Harus Baca 4 Buku Ini
 

Siap untuk memiliki perusahaan di Indonesia?

Dengan mengisi form mudah, unggah dokumen yang dibutuhkan, dan dapatkan perusahaanmu berdiri dalam lima hari kerja.

Mulai Sekarang
App screenshot