Apakah Anda tahu mengapa office boy (OB) Anda tidak ingin masuk lift yang sama dengan Anda? atau mengapa terkadang pengumuman yang membahagiakan terkadang disambut dengan diam dan canggung di kantor?
Emerhub telah mewawancarai beberapa eksekutif dan manajer lokal dan asing dari berbagai industri. Mereka menemukan bahwa budaya kantor Indonesia memiliki ciri khas tersendiri.
Pada blog ini kita akan membahas perbadaan mencolok office culture di Indonesia:

Tempat kerja paternalistik

Budaya kantor di Indonesia sebagai tempat kerja paternalistik
Dalam masyarakat hierarkis seperti Indonesia, sikap seorang manajer ibarat seorang ayah yang mempunyai garis kewenangan yang kuat.
Orang Indonesia tidak mungkin menyuarakan ketidaksepakatan mereka dengan Anda bahkan jika mereka tidak setuju.

Kepercayaan akan nasib

Kepercayaan akan nasib budaya kantor Indonesia
Keyakinan akan takdir merupakan hal yang banyak dianut oleh karyawan di Indonesia. Masyarakat Indonesia yang masij kental dengan budanya masih percaya pada rejeki berdasarkan nasib.
Salah satu manajer asing yang kami wawancarai menyebutkan bahwa hal ini mungkin yang menjadi perbedaan yang  menjolok karyawan di Indonesia.

Bisnis selalu bersifat pribadi

Bisnis selalu bersifat pribadi dalam budaya kantor Indonesia
Hubungan yang baik selalu sangat penting, begitupun di Indonesia. Menghormati dan mempercayai seorang supervisor adalah fondasi yang penting.
Jadi jagalah hubungan dengan bawahan Anda, karena mereka akan bekerja lebih baik jika hubungan ini terjalin erat.

Status berasal dari posisi

Budaya kantor Indonesia melihat status berasal dari posisi
Posisi senior sangat berharga di mata kebanyakan orang Indonesia. Sebagai contoh, seorang  dealer mobil dan salesman melakukan pekerjaan yang bagus dengan menjual mobil dari tempat parkir.
Di Indonesia,  sang dealer mungkin melakukan pekerjaan dengan baik tapi ketika tiba saatnya untuk mempromosikan seseorang, salesman yang telah bersama perusahaan ini paling lama memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan posisi dari pada sang dealer.

Kesimpulan

Di Indonesia yang mana masyarakat masih berpegang kukuh terhadap tradisi, norma-norma dan kebiasan menerapkan hal tersebut di kantor dimana mereka bekerja. Tentu hal ini sangat perlu di apresiasi apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini banyak kebiasan lokal yang tertindas.
Namun tidak juga norma-norma dan kebiasaan tadi akan selalu sepadan dengan beriringnya zaman. Maka dari itu perlu juga sekiranya penyesuaian.
Sebalinya perbedaan antara generasi dan mentalitas kerja calon karyawan, juga sangat bergantung pada di mana dan berapa lama mereka telah bekerja.  Dengan kata lain, pengalaman dan pendidikan akan berperan besar dalam membentuk persepsi.
 
Butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaanmu sendiri? Ayo hubungi kami via telepon atau whatsapp ke +62888-3637482 (EMERHUB), dan dapatkan tawaran menariknya secara langsung!
Kunjungi Juga: Berikut Tips Ampuh Mencari Kantor di Jakarta
 

Siap untuk memiliki perusahaan di Indonesia?

Dengan mengisi form mudah, unggah dokumen yang dibutuhkan, dan dapatkan perusahaanmu berdiri dalam lima hari kerja.

Mulai Sekarang
App screenshot