Di era informasi dan media sosial saat ini, personal branding telah menjadi salah satu alat pemasaran yang cukup ampuh. Kesan yang ditimbulkan melalui personal branding dapat memberi pengaruh lebih dibandingkan hard sell marketing.
Membutuhkan usaha lebih dalam proses pembentukan personal branding, meski tidak mempromosikan produk atau perusahaan Anda secara langsung. Walaupun begitu personal branding merupakan strategi bisnis cerdas yang bermanfaat dalam jangka panjang. Baik secara personal juga menjadi investasi positif bagi perusahaan Anda.
Dilansir dari Techinasia.com berikut akan dijelaskan bagaimana manfaat personal branding bagi perusahaan Anda, mari disimak!

Tidak hanya untuk CEO

Related image

ghanatalksbusiness.com


Berbicara tentang wajah perusahaan di masyarakat, mungkin bayanganmu langsung tertuju pada para bos atau CEO. Berbicara tentang GO-JEK, misalnya, tentu kita tak bisa lepas dari image sang founder, Nadiem Makariem.
Sebetulnya personal branding tidak harus dilakukan oleh CEO. Siapa saja di perusahaan bisa melakukannya. Pejabat perushaan memang punya banyak pengalaman dalam mendirikan perusahaan atau mengatur para bawahan. Tapi para “pekerja lapangan” pun punya ilmu praktis yang tak kalah berharga.

Menularkan Image dari Personal ke Produk

Sebagai mahluk sosial tentu akan lebih mudah menjalin ikatan emosi dengan sesama manusia daripada dengan benda mati. Dibangkan mempromosikan produk Anda, akan lebih mudah jika membuat diri Anda berkesan dimata orang lain.

Image result for personal branding

i2.wp.com


Ingat, pemilik bisnis selalu dikaitkan dengan bisnisnya, jadi bila kamu memiliki image positif di masyarakat, maka bisnis pun akan tertular image positif itu. Inilah cara kerja personal branding.
Cara menumbuhkan image positif yang sangat ampuh adalah dengan berbagi ilmu yang Anda miliki kepada orang lain. Selain itu Anda juga akan semakin dihormati, dikagumi, serta dipercaya di masyarakat.

Kisah sukses personal branding

Contoh personal branding yang sukses misalnya Leo Widrich, Co-Founder platform manajemen media sosial Buffer. Di awal pendirian perusahaan, Leo sempat kesulitan mendapatkan traksi.
Ia kemudian mulai berbagi keahlian seputar life hacking, produktivitas, serta marketing lewat tulisan-tulisan. Ia menulis di mana saja, mulai blog pribadi, blog perusahaan, hingga situs-situs luar.
Leo tidak hanya menulis tentang aplikasi Buffer, tapi juga tentang bidang-bidang ilmu yang berkaitan dengannya. Hasilnya, nama Leo dikenal sebagai pakar di bidang tersebut. Popularitas serta reputasi Buffer pun ikut terdongkrak.

Leo Widrich | Photo 1

buffer.com


Dari Leo dapat diambil pelajaran bahwa langkah awal pembentukan brand personal sebetulnya tidak sulit. Yang dapat dilakukan adalah memiliki pendapat dan membagikan pendapat tersebut lewat media apa pun.
Setelah membangun fondasi, berikutnya Anda bisa memperkuat brand personal itu agar lebih kuat dan relevan dengan bisnismu. Ketika Anda menjadikan diri sebagai alat marketing, kepribadian serta keahlian Anda menjadi sangat penting untuk ditonjolkan, dan hal-hal seperti ini tentu tidak bisa didelegasikan.
 
Butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaanmu sendiri? Ayo hubungi kami via telepon atau whatsapp ke +62888-3637482 (EMERHUB), dan dapatkan tawaran menariknya secara langsung!
Kunjungi Juga: Tips Memilih Nama Brand Usaha
 

Siap untuk memiliki perusahaan di Indonesia?

Dengan mengisi form mudah, unggah dokumen yang dibutuhkan, dan dapatkan perusahaanmu berdiri dalam lima hari kerja.

Mulai Sekarang
App screenshot